Berang-Berang Laut Punya Batu Favorit
Knickers, Sapi Raksasa yang Dagingnya Bisa Dibuat 4000 Hamburger
Belangkas Menolong Temannya yang Terbalik
Silverback Gorilla dan Anaknya, Dengan Tenang Mengamati Ulat
Ikan Sembilang Berkumpul Menjadi Makhluk Menyeramkan
Penguin Kabur dari Orca dengan Cara Lompat ke Perahu
Asal Kucing Sphynx Bukan dari Mesir
Penguin Kaisar Bawa Anak di Kakinya
Gorilla, Primata Terbesar yang Masih Hidup di Bumi
Gorilla, hewan yang 98 persen DNA-nya sama dengan manusia.
Sangat wajar jika gorila terkenal karena ukurannya yang besar, karena faktanya mereka adalah primata terbesar yang masih hidup di bumi. Gorila terdiri dari 2 spesies, yaitu gorila barat (Gorilla gorilla) yang hidup di Afrika sebelah barat dan gorila timur (Gorilla beringei) yang hidup di sebelah timur.
Kedua spesies tersebut punya ciri fisik yang sangat mirip. Live Science menyebut bahwa secara umum, gorila memiliki tinggi hingga 180 cm. Yang istimewa adalah lengannya. Seperti hewan primata pada umumnya, lengan gorila lebih panjang daripada kakinya. Bentang lengan gorila jantan bisa mencapai 2,6 meter!
Berat gorila pun gak kalah menakjubkan. Gorila yang hidup di dataran rendah memiliki berat hingga 180 kg. Sedangkan gorila pegunungan biasanya lebih berat, dengan bobot hingga lebih dari 200 kg.
Dengan ukuran yang besar, tentu gorila punya kekuatan yang besar pula. Laman Discover Wildlife menyebut bahwa kekuatan gorilla diperkirakan sekitar 4 hingga 10 kali lebih kuat daripada manusia. Kekuatan gigitan mereka pun luar biasa, yaitu sekitar 1.300 psi. Itu dua kali lebih kuat daripada kekuatan gigitan singa lho!
Seekor gorila betina bernama Koko diajari bahasa isyarat sejak umur 1 tahun, dan ketika usianya 40 tahun ia sudah bisa menggunakan 1.000 isyarat dan mengerti 2.000 kata bahasa inggris.
Pernah gak makan upil?
Sumber: IDN Times
Bentuk Asli Ikan Blobfish
Blobfish yang selama ini menjadi ikan yang banyak dibicarakan di internet karena bentuknya yang tampak seperti bengkak, lebar dan malas, sebenarnya cukup baru dalam dunia sains, tulis Ian Taylor untuk majalah BBC Science Focus.


















